Indonesia Data LogoIndonesia Data

YouTube

Tonton video terbaru dari channel YouTube kami yang membahas insight data, analisis pasar, dan informasi bisnis Indonesia.

Urutkan:

Desil Naik Padahal Hidup Tak Berubah

Pernah cek Desil keluarga kalian? Ternyata, Desil bisa berubah meskipun kondisi ekonomi kita nggak berubah. Banyak yang mengira Desil 1 berarti paling miskin dan Desil 10 berarti super kaya. Padahal, Desil merupakan pembagian peringkat kesejahteraan keluarga, bukan klasifikasi langsung antara miskin, kelas menengah, dan kaya. Lalu, bagaimana Desil ditentukan? Kenapa peringkatnya bisa berubah? Dan mengapa transparansi data penting, terutama karena Desil berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial? Mari kita bahas ! Cek datanya di Indonesiadata.id Instagram: @new.indonesiadata.id TikTok: @new.indonesiadata.id Web: Indonesia.data.id

1 November 2026

Kelas Menengah Menyusut, Tapi Barang Mahal Makin Laku.

Katanya kelas menengah Indonesia sedang menyusut. Tapi kenapa smartphone premium tetap tumbuh dan pameran mobil masih ramai? Ternyata, dua hal itu bisa sama-sama benar. Di balik ramainya barang-barang mahal, ada perubahan kondisi ekonomi dan pola konsumsi masyarakat yang perlu kita pahami. Lalu, seberapa besar peran kelas menengah dalam konsumsi Indonesia? Dan apakah ramainya pusat perbelanjaan benar-benar mencerminkan daya beli masyarakat? Mari kita bahas. SUMBER DATA & REFERENSI Badan Pusat Statistik (BPS), GAIKINDO Counterpoint Research — Indonesia Smartphone Market Q1 2026 CATATAN METODOLOGI • Data 2019 dan 2024 merupakan snapshot populasi, sehingga penurunan sekitar 9,5 juta kelas menengah tidak berarti persis 9,5 juta orang yang sama turun kelas. • Istilah “menuju kelas menengah” adalah kategori posisi ekonomi, bukan jaminan bahwa seseorang sedang bergerak naik. • Keramaian GIIAS atau pertumbuhan segmen premium tidak digunakan sebagai representasi kondisi seluruh masyarakat Indonesia. • Angka 1% penduduk ≈ hampir 3 juta orang adalah ilustrasi matematis dari besarnya populasi Indonesia, bukan ukuran resmi jumlah konsumen premium. Cek datanya di Indonesiadata.id Instagram: @new.indonesiadata.id TikTok: @new.indonesiadata.id Web: Indonesia.data.id

1 November 2026

Benarkah Genre Film Mencerminkan Kondisi Suatu Negara?

#monolog #indonesiadata #film Kenapa Amerika punya banyak film superhero, China ramai dengan drama orang kaya, dan Indonesia dipenuhi film horor? Apakah semuanya punya alasan khusus di baliknya? Kali ini membedah fenomena film dan hiburan dari Amerika, China, hingga Indonesia. Mulai dari sejarah superhero yang ternyata nggak sesederhana soal kriminalitas, popularitas dracin bertema CEO dan miliarder, sampai dominasi film horor Indonesia di bioskop. Apakah semua fenomena ini benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat, atau jangan-jangan cuma cocoklogi? Yuk, kita telusuri cerita dan datanya bersama Mas Aryo dari Indonesiadata! Sumber data & referensi: Korean Film Council/KOBIS; Statistics Korea/Ministry of Data and Statistics; Motion Picture Producers Association of Japan (Eiren); Google Trends; FBI Uniform Crime Reports; DC Comics; Marvel; Ramzi Fawaz/NYU Press; U.S. International Trade Administration; China Netcasting Service Association; Tang & Wang (2025), Global Media and China; National Radio and Television Administration China; Kemenparekraf/Badan Perfilman Indonesia; IDN Research Institute – Indonesia Gen Z Report 2024. Instagram: @new.indonesiadata.id TikTok: @new.indonesiadata.id Web: Indonesia.data.id #monolog #indonesiadata #film #horor Ask

15 Oktober 2026

Penduduk Makin Sedikit, Kok Produk-Produk Ini Malah Makin Laku?

Kalau jumlah penduduk turun, apakah bisnis otomatis ikut turun? Ternyata belum tentu. Jepang, Korea Selatan, dan China menunjukkan bagaimana perubahan struktur penduduk justru menciptakan pola konsumsi baru: dari produk rumah tangga berukuran kecil, pendidikan privat, sampai silver economy untuk generasi lansia. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Karena perubahan demografi bukan cuma soal jumlah penduduk, tapi juga siapa yang tinggal, bagaimana mereka hidup, dan apa yang mereka butuhkan. Kalau Indonesia suatu hari mengalami krisis populasi, kira-kira bisnis apa yang justru akan semakin besar? Tulis pendapat kalian di kolom komentar.

4 Oktober 2026

Negara ini Populasi Penduduknya akan Habis?

Selama ini kita sering mendengar bahwa jumlah penduduk dunia terus bertambah dan bumi semakin padat. Tapi ternyata, ada negara-negara yang justru menghadapi masalah sebaliknya: jumlah anak yang semakin sedikit dan penduduk yang terus menua. Jepang, Korea Selatan, Singapura, hingga beberapa negara Eropa mengalami perubahan besar dalam struktur penduduknya. Bentuk piramida penduduk yang dulu lebar di bagian bawah, perlahan berubah menjadi semakin kecil—bahkan di beberapa negara sudah menyerupai piramida terbalik. Dampaknya bukan cuma soal jumlah manusia. Rumah kosong bertambah, sekolah ditutup karena kekurangan murid, pasar produk bayi menyusut, hingga bisnis mulai beradaptasi dengan konsumen yang semakin tua. Berbagai negara juga sudah mengeluarkan anggaran dan kebijakan besar untuk mendorong masyarakat menikah dan memiliki anak. Tapi benarkah anak muda sekarang memang gak mau menikah dan punya anak? Ketika datanya dilihat lebih dekat, jawabannya ternyata gak sesederhana itu. Jadi kali ini bahas dan diskusi bagaimana perubahan jumlah penduduk bisa terjadi, kenapa angka kelahiran terus menurun di sejumlah negara, dan apa yang sebenarnya terjadi dengan generasi muda di tengah perubahan tersebut. Karena ketika jumlah anak semakin sedikit, yang berubah bukan cuma berapa banyak orang yang tinggal di sebuah negara—tetapi juga bagaimana negara itu hidup dan mengonsumsi. Instagram: @new.indonesiadata.id TikTok: @new.indonesiadata.id Web: Indonesia.data.id #monolog #indonesiadata #populasi

22 September 2026

Fakta Pangan yang Disembunyikan: Indonesia vs Negara Lain

Indonesia punya laut yang luas dan merupakan salah satu negara dengan hasil tangkapan ikan terbesar di dunia. Tapi kalau pertanyaannya diubah menjadi “berapa banyak ikan yang dikonsumsi setiap orang?”, hasilnya ternyata berbeda. Dalam video ini, kita melihat data konsumsi ikan per kapita dari berbagai negara. Mulai dari Islandia, Maladewa, dan Kiribati yang berada di posisi teratas, sampai Indonesia yang ternyata masih berada di bawah beberapa negara lain. Menariknya, Jepang—negara yang sangat identik dengan sushi dan sashimi—justru mengalami tren penurunan konsumsi ikan. Sementara Indonesia perlahan terus meningkat. Lalu, kenapa negara yang dikelilingi laut belum tentu menjadi negara yang paling banyak makan ikan? Kita lihat datanya dan cari tahu apa yang ada di balik angka tersebut. Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 📸 Instagram: @new.indonesiadata.id 🎵 TikTok: @kode_marketing 🎵 TikTok: @new.indonesiadata.id 📧 Email: cs@kodemarketing.id

14 September 2026

Kenapa Setiap Generasi Menganggap Anak Muda Makin Rapuh?

Gen Z sering disebut sebagai Generasi Stroberi—terlihat baik dari luar, tapi dianggap mudah memar ketika menghadapi tekanan. Tapi benarkah Gen Z memang lebih rapuh dibanding generasi sebelumnya? Menariknya, label seperti ini ternyata bukan hal baru. Gen X pernah disebut pemalas, Millennial pernah dicap sebagai generasi yang terlalu narsis, dan sekarang giliran Gen Z yang mendapat label “stroberi”. Di episode ini, kita melihat bagaimana persepsi antar-generasi bisa terbentuk, sekaligus membandingkannya dengan data tentang dunia kerja, pendidikan, pernikahan, dan perubahan gaya hidup anak muda. Mulai dari fenomena Kids These Days Effect, masa kerja pekerja muda, sampai perubahan kehidupan anak usia 21 tahun dari 1980 ke 2021. Karena mungkin pertanyaannya bukan cuma, "Apakah Gen Z lebih rapuh?" Atau "Dunia yang mereka hadapi memang sudah berbeda?" Dan kalau suatu hari Gen Z menjadi bos, orang tua, bahkan pemegang kekuasaan… apakah mereka akan tetap berpikir seperti Gen Z hari ini? Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id

14 September 2026

Rahasia di Balik Rasa Minuman Jeruk

Beberapa minuman jeruk ternyata hanya mengandung sedikit sari buah jeruk. Ada yang hanya sekitar 1%, bahkan ada yang kurang dari 1%. Namun, mengapa rasanya tetap terasa seperti jeruk? Di video ini, Aryo membahas bagaimana industri minuman membangun pengalaman rasa melalui formulasi produk. Mulai dari penggunaan bulir jeruk, campuran sari buah lain seperti apel, hingga kaitannya dengan krisis industri jeruk dunia yang mengubah cara produsen merancang produknya. Karena pada akhirnya, yang kita beli bukan hanya kandungan buahnya, tetapi juga pengalaman rasa yang dirancang melalui ilmu pangan, teknologi, dan strategi formulasi. Cek data lengkapnya di Indonesiadata.id Instagram: @new.indonesiadata.id Instagram: @kode_marketing TikTok: @new.indonesiadata.id Web: Indonesia.data.id #monolog #kodemarketing #indonesiadata

14 September 2026

Ternyata Keju Punya Banyak Rahasia

Dulu keju mungkin identik dengan makanan Barat dan terasa cukup mahal. Sekarang, keju semakin mudah ditemukan dan dikonsumsi oleh berbagai kalangan di Indonesia. Berdasarkan survei terhadap 1.500 responden di tujuh kota besar, konsumsi keju menunjukkan peningkatan dari 48,2% pada 2023 menjadi 58,9% pada 2025. Menariknya, peningkatan ini terjadi di berbagai kelompok usia dan kelas sosial ekonomi. Tapi semakin sering kita makan keju, ternyata masih banyak hal menarik yang belum kita ketahui. Mulai dari perbedaan jenis dan komposisi keju, alasan keju Swiss bisa memiliki lubang, hingga mitos bahwa keju merupakan makanan favorit tikus. Kita juga akan melihat bagaimana kastengel di Indonesia memiliki sejarah yang unik, sampai tradisi ekstrem di Inggris yang membuat orang rela mengejar roda keju dari atas bukit. Karena ternyata, di balik makanan yang terlihat sederhana, ada cerita tentang budaya, sains, sejarah, dan perubahan kebiasaan konsumsi. Jadi, dari semua fakta tentang keju di video ini, mana yang paling bikin kamu kaget? Cek data lengkapnya di Indonesiadata.id Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 📸 Instagram:@new.indonesiadata.id 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id #kodemarketing #monolog #indonesiadata #cheese

14 September 2026

Mobil Listrik Mulai Menguasai Jalanan. Haruskah Kita Beli?

Dalam beberapa tahun terakhir, kendaraan listrik menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan. Sebagian orang melihatnya sebagai masa depan transportasi, sementara yang lain masih memilih menunggu perkembangan teknologinya. Nah kali ini kita melihat fenomena kendaraan listrik melalui berbagai data. Mulai dari perjalanan sejarah kendaraan listrik, perkembangan pasar Indonesia, teknologi baterai, hingga berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan beralih ke kendaraan listrik. Karena pada akhirnya, keputusan membeli kendaraan bukan hanya soal mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memahami apakah teknologi tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita. Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 📸 Instagram: @new.indonesiadata.id 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id

14 September 2026

Apakah FIFA Sukses di Piala Dunia 2026?

Piala Dunia 2026 resmi berakhir dengan berbagai rekor baru. Jumlah penonton menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, pendapatan FIFA mencapai rekor baru, dan format 48 tim membuka peluang bagi lebih banyak negara untuk tampil di ajang sepak bola terbesar di dunia. Namun, di balik berbagai pencapaian tersebut, muncul pertanyaan besar. Apakah manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh kota-kota tuan rumah? Apakah stadion yang digunakan akan tetap produktif setelah turnamen berakhir? Dan apakah berbagai keputusan FIFA selama penyelenggaraan lebih mengutamakan sportivitas atau justru kepentingan bisnis? Di video ini, Aryo akan membahas berbagai data seputar Piala Dunia 2026, mulai dari rekor pendapatan FIFA, kritik terhadap penyelenggaraan, program pengembangan FIFA Forward, hingga dampak ekonomi yang dirasakan oleh kota-kota penyelenggara. Karena pada akhirnya, kesuksesan sebuah Piala Dunia tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan atau jumlah penonton, tetapi juga dari manfaat jangka panjang yang ditinggalkan bagi sepak bola dan masyarakat. Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id

14 September 2026

Kenapa VAR Selalu Jadi Kontroversi?

Pro kontra penggunaan Video Assistant Referee (VAR) masih menjadi salah satu perdebatan terbesar dalam dunia sepak bola. Di satu sisi, VAR meningkatkan akurasi keputusan wasit dan membantu mengurangi kesalahan yang dapat menentukan hasil pertandingan. Namun di sisi lain, banyak pendukung sepak bola merasa VAR justru mengurangi spontanitas, emosi, dan keseruan saat merayakan gol. Di video ini, Aryo akan membahas berbagai data mengenai VAR, mulai dari hasil survei ribuan penggemar Liga Inggris, penelitian terhadap lebih dari 15.000 pertandingan di liga-liga elite Eropa, hingga berbagai kontroversi VAR yang terjadi di turnamen internasional. Apakah VAR benar-benar membuat sepak bola lebih adil? Atau justru mengubah cara kita menikmati pertandingan? Yuk simak pembahasannya sampai selesai, dan tuliskan pendapatmu di kolom komentar. Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id

14 September 2026