YouTube
Tonton video terbaru dari channel YouTube kami yang membahas insight data, analisis pasar, dan informasi bisnis Indonesia.
Ketika Gen Z Mulai Punya Kekuasaan
Di episode sebelumnya, bahas banyak hal yang dianggap sebagai “sifat Gen Z” ternyata gak selalu soal generasi. Sebagian mungkin hanya karena mereka masih muda, sementara sebagian lainnya merupakan hasil dari perubahan zaman. Tapi ada pertanyaan yang lebih menarik: Apa yang terjadi ketika Gen Z mulai punya kepentingan dan kekuasaan? Hari ini, banyak anak muda kritis terhadap pemerintah, berani menyuarakan perubahan, dan mempertanyakan sistem yang dianggap gak adil. Tapi ketika suatu hari mereka menjadi pemimpin, pejabat, bos perusahaan, atau orang yang punya wewenang untuk mengambil keputusan, apakah idealisme itu akan tetap sama? Lewat berbagai data dan cerita, kita melihat bagaimana kepentingan, lingkungan, dan kekuasaan bisa memengaruhi keputusan seseorang. Mulai dari survei integritas anak muda, perilaku menyontek, cerita Soe Hok Gie dan perubahan aktivis setelah masuk ke dalam sistem, sampai berbagai gerakan anak muda di beberapa negara. Lalu kita coba melihat lebih jauh ke tahun 2050. Saat Gen Z tertua sudah berusia sekitar 53 tahun. Mungkin saat itu mereka bukan lagi orang yang berdiri di luar pagar dan menuntut perubahan. Mereka justru yang ada di dalam gedung pemerintahan. Dan mungkin, di luar pagar, generasi berikutnya sedang berdemo menuntut perubahan dari mereka. Karena mungkin pertanyaannya bukan: “Apakah Gen Z akan berbeda dari generasi sebelumnya?” Tapi: “Apa yang terjadi pada idealisme kita ketika posisi kita berubah?” Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id
Mobil Listrik Mulai Menguasai Jalanan. Haruskah Kita Beli?
Dalam beberapa tahun terakhir, kendaraan listrik menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan. Sebagian orang melihatnya sebagai masa depan transportasi, sementara yang lain masih memilih menunggu perkembangan teknologinya. Nah kali ini kita melihat fenomena kendaraan listrik melalui berbagai data. Mulai dari perjalanan sejarah kendaraan listrik, perkembangan pasar Indonesia, teknologi baterai, hingga berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan beralih ke kendaraan listrik. Karena pada akhirnya, keputusan membeli kendaraan bukan hanya soal mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memahami apakah teknologi tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita. Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 📸 Instagram: @new.indonesiadata.id 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id
Asia Tengah Ternyata Gak Sesederhana yang Kita Kira
Asia Tengah sering terasa jauh dari kehidupan kita. Tapi kalau melihat datanya lebih dalam, lima negara seperti Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Turkmenistan ternyata punya karakter yang sangat berbeda. Kali ini Mas Aryo mengajak kita melihat lebih dekat kehidupan dan kondisi ekonomi di negara-negara yang sama-sama berakhiran “-stan”. Mulai dari Kazakhstan yang punya pendapatan per kapita jauh di atas Indonesia dan cadangan uranium yang besar, Uzbekistan yang ternyata punya hubungan perdagangan dengan Indonesia, sampai Tajikistan dan Kyrgyzstan yang ekonominya sangat dipengaruhi pekerja migran. Kita juga akan melihat fakta unik lainnya: Uzbekistan yang menjadi negara double-landlocked, tradisi tujuh generasi di Kyrgyzstan, aturan pesta pernikahan di Tajikistan, hingga paradoks Turkmenistan yang kaya gas tetapi memiliki akses internet dan media sosial yang sangat terbatas. Lalu kalau kamu benar-benar harus memilih satu negara untuk tinggal dalam jangka panjang, mana yang paling menarik? Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan… atau tetap Indonesia? Tulis pilihanmu di kolom komentar. Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 📸 Instagram:@new.indonesiadata.id 🎵 TikTok: @kode_marketing 🎵 TikTok: @new.indonesiadata.id 📧 Email: cs@kodemarketing.id
Ternyata Keju Punya Banyak Rahasia
Dulu keju mungkin identik dengan makanan Barat dan terasa cukup mahal. Sekarang, keju semakin mudah ditemukan dan dikonsumsi oleh berbagai kalangan di Indonesia. Berdasarkan survei terhadap 1.500 responden di tujuh kota besar, konsumsi keju menunjukkan peningkatan dari 48,2% pada 2023 menjadi 58,9% pada 2025. Menariknya, peningkatan ini terjadi di berbagai kelompok usia dan kelas sosial ekonomi. Tapi semakin sering kita makan keju, ternyata masih banyak hal menarik yang belum kita ketahui. Mulai dari perbedaan jenis dan komposisi keju, alasan keju Swiss bisa memiliki lubang, hingga mitos bahwa keju merupakan makanan favorit tikus. Kita juga akan melihat bagaimana kastengel di Indonesia memiliki sejarah yang unik, sampai tradisi ekstrem di Inggris yang membuat orang rela mengejar roda keju dari atas bukit. Karena ternyata, di balik makanan yang terlihat sederhana, ada cerita tentang budaya, sains, sejarah, dan perubahan kebiasaan konsumsi. Jadi, dari semua fakta tentang keju di video ini, mana yang paling bikin kamu kaget? Cek data lengkapnya di Indonesiadata.id Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 📸 Instagram:@new.indonesiadata.id 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id #kodemarketing #monolog #indonesiadata #cheese
Kenapa Setiap Generasi Menganggap Anak Muda Makin Rapuh?
Gen Z sering disebut sebagai Generasi Stroberi—terlihat baik dari luar, tapi dianggap mudah memar ketika menghadapi tekanan. Tapi benarkah Gen Z memang lebih rapuh dibanding generasi sebelumnya? Menariknya, label seperti ini ternyata bukan hal baru. Gen X pernah disebut pemalas, Millennial pernah dicap sebagai generasi yang terlalu narsis, dan sekarang giliran Gen Z yang mendapat label “stroberi”. Di episode ini, kita melihat bagaimana persepsi antar-generasi bisa terbentuk, sekaligus membandingkannya dengan data tentang dunia kerja, pendidikan, pernikahan, dan perubahan gaya hidup anak muda. Mulai dari fenomena Kids These Days Effect, masa kerja pekerja muda, sampai perubahan kehidupan anak usia 21 tahun dari 1980 ke 2021. Karena mungkin pertanyaannya bukan cuma, "Apakah Gen Z lebih rapuh?" Atau "Dunia yang mereka hadapi memang sudah berbeda?" Dan kalau suatu hari Gen Z menjadi bos, orang tua, bahkan pemegang kekuasaan… apakah mereka akan tetap berpikir seperti Gen Z hari ini? Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id
Fakta Pangan yang Disembunyikan: Indonesia vs Negara Lain
Indonesia punya laut yang luas dan merupakan salah satu negara dengan hasil tangkapan ikan terbesar di dunia. Tapi kalau pertanyaannya diubah menjadi “berapa banyak ikan yang dikonsumsi setiap orang?”, hasilnya ternyata berbeda. Dalam video ini, kita melihat data konsumsi ikan per kapita dari berbagai negara. Mulai dari Islandia, Maladewa, dan Kiribati yang berada di posisi teratas, sampai Indonesia yang ternyata masih berada di bawah beberapa negara lain. Menariknya, Jepang—negara yang sangat identik dengan sushi dan sashimi—justru mengalami tren penurunan konsumsi ikan. Sementara Indonesia perlahan terus meningkat. Lalu, kenapa negara yang dikelilingi laut belum tentu menjadi negara yang paling banyak makan ikan? Kita lihat datanya dan cari tahu apa yang ada di balik angka tersebut. Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 📸 Instagram: @new.indonesiadata.id 🎵 TikTok: @kode_marketing 🎵 TikTok: @new.indonesiadata.id 📧 Email: cs@kodemarketing.id
Kenapa VAR Selalu Jadi Kontroversi?
Pro kontra penggunaan Video Assistant Referee (VAR) masih menjadi salah satu perdebatan terbesar dalam dunia sepak bola. Di satu sisi, VAR meningkatkan akurasi keputusan wasit dan membantu mengurangi kesalahan yang dapat menentukan hasil pertandingan. Namun di sisi lain, banyak pendukung sepak bola merasa VAR justru mengurangi spontanitas, emosi, dan keseruan saat merayakan gol. Di video ini, Aryo akan membahas berbagai data mengenai VAR, mulai dari hasil survei ribuan penggemar Liga Inggris, penelitian terhadap lebih dari 15.000 pertandingan di liga-liga elite Eropa, hingga berbagai kontroversi VAR yang terjadi di turnamen internasional. Apakah VAR benar-benar membuat sepak bola lebih adil? Atau justru mengubah cara kita menikmati pertandingan? Yuk simak pembahasannya sampai selesai, dan tuliskan pendapatmu di kolom komentar. Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id
Apakah FIFA Sukses di Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 2026 resmi berakhir dengan berbagai rekor baru. Jumlah penonton menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, pendapatan FIFA mencapai rekor baru, dan format 48 tim membuka peluang bagi lebih banyak negara untuk tampil di ajang sepak bola terbesar di dunia. Namun, di balik berbagai pencapaian tersebut, muncul pertanyaan besar. Apakah manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh kota-kota tuan rumah? Apakah stadion yang digunakan akan tetap produktif setelah turnamen berakhir? Dan apakah berbagai keputusan FIFA selama penyelenggaraan lebih mengutamakan sportivitas atau justru kepentingan bisnis? Di video ini, Aryo akan membahas berbagai data seputar Piala Dunia 2026, mulai dari rekor pendapatan FIFA, kritik terhadap penyelenggaraan, program pengembangan FIFA Forward, hingga dampak ekonomi yang dirasakan oleh kota-kota penyelenggara. Karena pada akhirnya, kesuksesan sebuah Piala Dunia tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan atau jumlah penonton, tetapi juga dari manfaat jangka panjang yang ditinggalkan bagi sepak bola dan masyarakat. Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id
Rahasia di Balik Rasa Minuman Jeruk
Beberapa minuman jeruk ternyata hanya mengandung sedikit sari buah jeruk. Ada yang hanya sekitar 1%, bahkan ada yang kurang dari 1%. Namun, mengapa rasanya tetap terasa seperti jeruk? Di video ini, Aryo membahas bagaimana industri minuman membangun pengalaman rasa melalui formulasi produk. Mulai dari penggunaan bulir jeruk, campuran sari buah lain seperti apel, hingga kaitannya dengan krisis industri jeruk dunia yang mengubah cara produsen merancang produknya. Karena pada akhirnya, yang kita beli bukan hanya kandungan buahnya, tetapi juga pengalaman rasa yang dirancang melalui ilmu pangan, teknologi, dan strategi formulasi. Cek data lengkapnya di Indonesiadata.id Instagram: @new.indonesiadata.id Instagram: @kode_marketing TikTok: @new.indonesiadata.id Web: Indonesia.data.id #monolog #kodemarketing #indonesiadata
Cara Kaya Saat Ekonomi Ambyar
Belakangan ini, banyak orang merasa kondisi keuangan semakin menantang. Harga kebutuhan sehari-hari naik, biaya hidup bertambah, sementara penghasilan belum tentu ikut meningkat. Di video ini, Kak Putri akan membahas bagaimana menghadapi situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian tanpa kehilangan arah dalam karier. Mulai dari fokus pada hal-hal yang masih bisa kita kendalikan, pentingnya terus mengembangkan keterampilan, membangun networking, menjaga kesehatan mental, hingga berani mengomunikasikan aspirasi karier kepada atasan. Karena di tengah kondisi yang tidak selalu bisa kita ubah, kemampuan untuk beradaptasi dan terus bertumbuh sering kali menjadi investasi terbaik bagi masa depan karier kita. Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 📸 Instagram: @psikologi_dikantor 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id #kodemarketing #monolog #dolar #rupiah
Sibuk Tebar Pesona Lupa Yang Setia?
Banyak bisnis menghabiskan anggaran besar untuk mendapatkan pelanggan baru. Iklan terus ditingkatkan, promosi semakin agresif, dan berbagai strategi pemasaran dijalankan demi meningkatkan penjualan. Namun sering kali ada satu hal yang justru terlupakan: mempertahankan pelanggan yang sudah pernah membeli. Di video ini, Kak Winda akan membahas mengapa retensi pelanggan menjadi salah satu faktor terpenting dalam pertumbuhan bisnis. Mengapa biaya mendapatkan pelanggan baru jauh lebih mahal dibanding mempertahankan pelanggan lama, bagaimana membangun hubungan yang lebih bermakna dengan pelanggan, serta mengapa loyalitas tidak dibangun melalui diskon semata, tetapi melalui pengalaman dan relevansi. Karena pada akhirnya, bisnis yang bertumbuh bukan hanya mampu menarik pelanggan baru, tetapi juga mampu membuat pelanggan lama terus kembali. Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id #kodemarketing #monolog #bisnis
Kerja vs Keluarga, Haruskah Perempuan Berkorban?
Menjadi seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi. Di episode kali ini, Kak Putri dan Ibu Guru Rini Setianingsih, seorang kepala sekolah sekaligus psikolog sekolah, mengenai dinamika kepemimpinan di dunia pendidikan. Mulai dari tantangan menjaga kesehatan mental guru di tengah tekanan pekerjaan, cara memimpin dengan tegas namun tetap humanis, hingga membahas berbagai mitos tentang perempuan dalam posisi leadership, termasuk isu work-life balance, karier, dan keluarga. Semoga obrolan ini dapat memberikan perspektif baru bagi para pemimpin, praktisi HR, tenaga pendidik, maupun siapa saja yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi seorang leader. Social Media: 📸 Instagram: @kode_marketing 📸 Instagram: @psikologi_dikantor 🎵 TikTok: @kode_marketing 📧 Email: cs@kodemarketing.id #podcast #psikologi